CAIRAN HITAM IKAN CUMI-CUMI HUKUMNYA SUCI DAN HALAL DIMAKAN
๐ Cairan hitam ikan cumi-cumi termasuk sesuatu yg diperselisihkan kesuciannya. Ada yg mengatakan suci dan ada juga yg mengatakan najis. Berikut ini penjelasan Syaikhina Thoifur Ali Wafa, Madura dalam kitabnya "Bulghatut Tullab Fi Talkhishi Fatawa Masyayikhil Anjab, hal. 106 - 107".
Menurut Beliau sebagaimana ygu diterima dari guru Beliau, cairan hitam pada ikan cumi-cumi itu adalah senjata yg dikeluarkan setiap kali ada ikan besar yg ingin memangsanya. Maka yg tepat cairan hitam itu dihukumi suci.
(ู ุณุฃูุฉ - ุซ) ุงูุณูุงุฏ ุงูุฐู ููุฌุฏ ูู ุจุนุถ ุงูุญูุชุงู ู ู ุง ุงุฎุชูู ููู ูู ูู ู ู ุงูุจุงุทู ููููู ูุฌุณุง ุฃู ูุง ููููู ุทุงูุฑุง ูููุจุบู ููุนุงูู ุฃู ูุชุญููู ูุฃู ูุฐุง ู ู ุง ูุชุนูู ุจุงูุนูุงู
(ููุช) ูุนูู ุฃู ูุฐุง ุงูุณูุงุฏ ุฅุฐุง ูุงู ู ู ุงูุจุงุทู ููู ุฃุดุจู ุจุงูููุก ููููู ูุฌุณุง ูุฅูุง ููู ุฃุดุจู ุจุงููุนุงุจ ููููู ุทุงูุฑุง
ููุฏ ูุงู ุจุนุถ ู ุดุงูุฎูุง : ุฅู ูุฐุง ุงูุณูุงุฏ ุดูุก ุฌุนูู ุงููู ูุตุงุญุจู ุชุฑุณุง ูุชุชุฑุณ ุจู ุนู ูุจุงุฑ ุงูุญูุชุงู ، ูุฅุฐุง ูุตุฏู ุญูุช ูุจูุฑ ููุฃููู ุฃุฎุฑุฌ ูุฐุง ุงูุณูุงุฏ ูุงุฎุชูู ุจู ุนูู ููุง ููุงุณ ุจุงูููุก ููุง ุจุงููุนุงุจ ููููู ุฎุงุตุง ูู ุจูุฐู ุงูุฎุตูุตูุฉ ููููู ุทุงูุฑุง ูุงููู ุฃุนูู [ุจูุบุฉ ุงูุทูุงุจ ูู ุชูุฎูุต ูุชุงูู ู ุดุงูุฎู ุงูุฃูุฌุงุจ ، ุต ูกู ูฆ - ูกู ูง]
“Warna hitam yang ditemukan di sebagian jenis ikan merupakan sebagian persoalan yang diperselisihkan apakah termasuk kategori cairan yang keluar dari bagian dalam ikan sehingga tergolong najis, atau bukan dari bagian dalam sehingga dihukumi suci. Hendaknya bagi orang yang berakal agar memperdalam permasalahan ini karena termasuk suatu hal yang berhubungan dengan realitas.
Aku (Syaikhina Thoifur Ali Wafa) berkata : Cairan hitam ini jika memang berasal dari bagian dalam maka lebih serupa dengan muntahan sehingga dihukumi najis, jika tidak dari dalam maka serupa dengan air liur sehingga dihukumi suci.
Sebagian guruku pernah berkata: “cairan hitam ini merupakan sesuatu yang diciptakan oleh Allah pada hewan yang memilikinya untuk dijadikan tameng agar dapat berlindung dari makhluk laut yang lebih besar. Ketika terdapat makhluk laut besar yang akan memangsanya maka ia mengeluarkan cairan hitam ini agar dapat bersembunyi. Maka cairan hitam ini tidak dapat disamakan dengan muntahan ataupun air liur, sebab cairan hitam ini adalah sesuatu yang menjadi ciri khas hewan ini, sehingga dihukumi suci”.
๐ CATATAN FIQIH ISLAM
Kitab "Bulghatut Tullab Fi Talkhishi Fatawa Masyayikhil Anjab" alur penyusunannya sama dengan "Bughyatul Mustarsyidin". Adapun kode (ุซ) yg dimaksud adalah kitab Tsamrotur Raudlah (ุซู ุฑุฉ ุงูุฑูุถุฉ).
๐ Semoga Bermanfaat๐
==๐น๐ธ17012019๐ธ๐น==
๐ Cairan hitam ikan cumi-cumi termasuk sesuatu yg diperselisihkan kesuciannya. Ada yg mengatakan suci dan ada juga yg mengatakan najis. Berikut ini penjelasan Syaikhina Thoifur Ali Wafa, Madura dalam kitabnya "Bulghatut Tullab Fi Talkhishi Fatawa Masyayikhil Anjab, hal. 106 - 107".
Menurut Beliau sebagaimana ygu diterima dari guru Beliau, cairan hitam pada ikan cumi-cumi itu adalah senjata yg dikeluarkan setiap kali ada ikan besar yg ingin memangsanya. Maka yg tepat cairan hitam itu dihukumi suci.
(ู ุณุฃูุฉ - ุซ) ุงูุณูุงุฏ ุงูุฐู ููุฌุฏ ูู ุจุนุถ ุงูุญูุชุงู ู ู ุง ุงุฎุชูู ููู ูู ูู ู ู ุงูุจุงุทู ููููู ูุฌุณุง ุฃู ูุง ููููู ุทุงูุฑุง ูููุจุบู ููุนุงูู ุฃู ูุชุญููู ูุฃู ูุฐุง ู ู ุง ูุชุนูู ุจุงูุนูุงู
(ููุช) ูุนูู ุฃู ูุฐุง ุงูุณูุงุฏ ุฅุฐุง ูุงู ู ู ุงูุจุงุทู ููู ุฃุดุจู ุจุงูููุก ููููู ูุฌุณุง ูุฅูุง ููู ุฃุดุจู ุจุงููุนุงุจ ููููู ุทุงูุฑุง
ููุฏ ูุงู ุจุนุถ ู ุดุงูุฎูุง : ุฅู ูุฐุง ุงูุณูุงุฏ ุดูุก ุฌุนูู ุงููู ูุตุงุญุจู ุชุฑุณุง ูุชุชุฑุณ ุจู ุนู ูุจุงุฑ ุงูุญูุชุงู ، ูุฅุฐุง ูุตุฏู ุญูุช ูุจูุฑ ููุฃููู ุฃุฎุฑุฌ ูุฐุง ุงูุณูุงุฏ ูุงุฎุชูู ุจู ุนูู ููุง ููุงุณ ุจุงูููุก ููุง ุจุงููุนุงุจ ููููู ุฎุงุตุง ูู ุจูุฐู ุงูุฎุตูุตูุฉ ููููู ุทุงูุฑุง ูุงููู ุฃุนูู [ุจูุบุฉ ุงูุทูุงุจ ูู ุชูุฎูุต ูุชุงูู ู ุดุงูุฎู ุงูุฃูุฌุงุจ ، ุต ูกู ูฆ - ูกู ูง]
“Warna hitam yang ditemukan di sebagian jenis ikan merupakan sebagian persoalan yang diperselisihkan apakah termasuk kategori cairan yang keluar dari bagian dalam ikan sehingga tergolong najis, atau bukan dari bagian dalam sehingga dihukumi suci. Hendaknya bagi orang yang berakal agar memperdalam permasalahan ini karena termasuk suatu hal yang berhubungan dengan realitas.
Aku (Syaikhina Thoifur Ali Wafa) berkata : Cairan hitam ini jika memang berasal dari bagian dalam maka lebih serupa dengan muntahan sehingga dihukumi najis, jika tidak dari dalam maka serupa dengan air liur sehingga dihukumi suci.
Sebagian guruku pernah berkata: “cairan hitam ini merupakan sesuatu yang diciptakan oleh Allah pada hewan yang memilikinya untuk dijadikan tameng agar dapat berlindung dari makhluk laut yang lebih besar. Ketika terdapat makhluk laut besar yang akan memangsanya maka ia mengeluarkan cairan hitam ini agar dapat bersembunyi. Maka cairan hitam ini tidak dapat disamakan dengan muntahan ataupun air liur, sebab cairan hitam ini adalah sesuatu yang menjadi ciri khas hewan ini, sehingga dihukumi suci”.
๐ CATATAN FIQIH ISLAM
Kitab "Bulghatut Tullab Fi Talkhishi Fatawa Masyayikhil Anjab" alur penyusunannya sama dengan "Bughyatul Mustarsyidin". Adapun kode (ุซ) yg dimaksud adalah kitab Tsamrotur Raudlah (ุซู ุฑุฉ ุงูุฑูุถุฉ).
๐ Semoga Bermanfaat๐
==๐น๐ธ17012019๐ธ๐น==