Tampilkan postingan dengan label Thoharoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thoharoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2019

CAIRAN HITAM IKAN CUMI-CUMI HUKUMNYA SUCI DAN HALAL DIMAKAN

 CAIRAN HITAM IKAN CUMI-CUMI HUKUMNYA SUCI DAN HALAL DIMAKAN

๐Ÿ’ Cairan hitam ikan cumi-cumi termasuk sesuatu yg diperselisihkan kesuciannya. Ada yg mengatakan suci dan ada juga yg mengatakan najis. Berikut ini penjelasan Syaikhina Thoifur Ali Wafa, Madura dalam kitabnya "Bulghatut Tullab Fi Talkhishi Fatawa Masyayikhil Anjab, hal. 106 - 107".

Menurut Beliau sebagaimana ygu diterima dari guru Beliau, cairan hitam pada ikan cumi-cumi itu adalah senjata yg dikeluarkan setiap kali ada ikan besar yg ingin memangsanya. Maka yg tepat cairan hitam itu dihukumi suci.

(ู…ุณุฃู„ุฉ - ุซ) ุงู„ุณูˆุงุฏ ุงู„ุฐูŠ ูŠูˆุฌุฏ ูู‰ ุจุนุถ ุงู„ุญูŠุชุงู† ู…ู…ุง ุงุฎุชู„ู ููŠู‡ ู‡ู„ ู‡ูˆ ู…ู† ุงู„ุจุงุทู† ููŠูƒูˆู† ู†ุฌุณุง ุฃูˆ ู„ุง ููŠูƒูˆู† ุทุงู‡ุฑุง ููŠู†ุจุบู‰ ู„ู„ุนุงู‚ู„ ุฃู† ูŠุชุญู‚ู‚ู‡ ู„ุฃู† ู‡ุฐุง ู…ู…ุง ูŠุชุนู„ู‚ ุจุงู„ุนูŠุงู†

(ู‚ู„ุช) ูŠุนู†ู‰ ุฃู† ู‡ุฐุง ุงู„ุณูˆุงุฏ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู…ู† ุงู„ุจุงุทู† ูู‡ูˆ ุฃุดุจู‡ ุจุงู„ู‚ูŠุก ููŠูƒูˆู† ู†ุฌุณุง ูˆุฅู„ุง ูู‡ูˆ ุฃุดุจู‡ ุจุงู„ู„ุนุงุจ ููŠูƒูˆู† ุทุงู‡ุฑุง

ูˆู‚ุฏ ู‚ุงู„ ุจุนุถ ู…ุดุงูŠุฎู†ุง : ุฅู† ู‡ุฐุง ุงู„ุณูˆุงุฏ ุดูŠุก ุฌุนู„ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู„ุตุงุญุจู‡ ุชุฑุณุง ูŠุชุชุฑุณ ุจู‡ ุนู† ูƒุจุงุฑ ุงู„ุญูŠุชุงู† ، ูุฅุฐุง ู‚ุตุฏู‡ ุญูˆุช ูƒุจูŠุฑ ู„ูŠุฃูƒู„ู‡ ุฃุฎุฑุฌ ู‡ุฐุง ุงู„ุณูˆุงุฏ ูุงุฎุชูู‰ ุจู‡ ุนู†ู‡ ูู„ุง ูŠู‚ุงุณ ุจุงู„ู‚ูŠุก ูˆู„ุง ุจุงู„ู„ุนุงุจ ู„ูƒูˆู†ู‡ ุฎุงุตุง ู„ู‡ ุจู‡ุฐู‡ ุงู„ุฎุตูˆุตูŠุฉ ูˆูŠูƒูˆู† ุทุงู‡ุฑุง ูˆุงู„ู„ู‡ ุฃุนู„ู… [ุจู„ุบุฉ ุงู„ุทู„ุงุจ ูู‰ ุชู„ุฎูŠุต ูุชุงูˆู‰ ู…ุดุงูŠุฎูŠ ุงู„ุฃู†ุฌุงุจ ، ุต ูกู ูฆ - ูกู ูง]

“Warna hitam yang ditemukan di sebagian jenis ikan merupakan sebagian persoalan yang diperselisihkan apakah termasuk kategori cairan yang keluar dari bagian dalam ikan sehingga tergolong najis, atau bukan dari bagian dalam sehingga dihukumi suci. Hendaknya bagi orang yang berakal agar memperdalam permasalahan ini karena termasuk suatu hal yang berhubungan dengan realitas.

Aku (Syaikhina Thoifur Ali Wafa) berkata : Cairan hitam ini jika memang berasal dari bagian dalam maka lebih serupa dengan muntahan sehingga dihukumi najis, jika tidak dari dalam maka serupa dengan air liur sehingga dihukumi suci.

Sebagian guruku pernah berkata: “cairan hitam ini merupakan sesuatu yang diciptakan oleh Allah pada hewan yang memilikinya untuk dijadikan tameng agar dapat berlindung dari makhluk laut yang lebih besar. Ketika terdapat makhluk laut besar yang akan memangsanya maka ia mengeluarkan cairan hitam ini agar dapat bersembunyi. Maka cairan hitam ini tidak dapat disamakan dengan muntahan ataupun air liur, sebab cairan hitam ini adalah sesuatu yang menjadi ciri khas hewan ini, sehingga dihukumi suci”.

๐Ÿ‘Œ CATATAN FIQIH ISLAM

Kitab "Bulghatut Tullab Fi Talkhishi Fatawa Masyayikhil Anjab" alur penyusunannya sama dengan "Bughyatul Mustarsyidin". Adapun kode (ุซ)  yg dimaksud adalah kitab Tsamrotur Raudlah (ุซู…ุฑุฉ ุงู„ุฑูˆุถุฉ).

๐ŸŽ Semoga Bermanfaat๐ŸŽ
 ==๐Ÿ”น๐Ÿ”ธ17012019๐Ÿ”ธ๐Ÿ”น==

Kamis, 26 September 2019

AIR PLENTING

bagaimana ya hukumnya air yang keluar dari plentingan kutu air / kurap, najiskah ? kelihatannya bukan nanah.

Jawab :

Bila berbau maka najis :

ุงู„ุดุฑู‚ุงูˆูŠ ูก/ูกูขู 

ู‚ูˆู„ู‡ ูˆ ู…ุงุก ุงู„ู…ุชู†ูุท ุฃู‰ ุงู„ุฐูŠ ู„ู‡ ุฑูŠุญ ูˆุงู„ุง ูุทุงู‡ุฑ ุฎู„ุงูุงู„ู„ุฑุงูุนูŠ ูƒู…ุง ู…ุฑ ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ู…ุชู†ูุท ุงู„ุจู‚ุงุจูŠู‚ ุงู„ู…ุนุฑูˆูุฉ

Senin, 02 September 2019

BELEK (KOTORAN MATA) YANG KURANG DIPERHATIKAN SAAT WUDLU ATAU MANDI BESAR

*_Kasus 82_*

*BELEK (KOTORAN MATA) YANG KURANG DIPERHATIKAN SAAT WUDLU ATAU MANDI BESAR*

Belek (kotoran mata) yang menempel dimata, baik karena habis bangun tidur atau sakit mata adalah sesuatu yang mungkin tidak disadari sebagian orang ketika wudlu atau mandi besar. Hal inilah yang membuat saya ingin menulis pembahasan ini dalam post yang sederhana dan mudah-mudahan bisa dipahami.

Pertanyaan:
a. Apakah sah wudlu atau mandi besar ketika ada belek yang menempel dimata?

Jawaban:
Termasuk syarat sah wudlu atau mandi besar adalah sampainya air pada anggota yang wajib dibasuh. Untuk menjawab masalah ini, maka yang pertama kita harus mengetahui apakah anggota dibawah belek itu termasuk yang wajib dibasuh atau tidak? Dan apakah belek itu dapat mencegah sampainya air atau tidak?

Ternyata masalah ini sudah dijawab oleh salah seorang Ulama ternama dalam madzhab Syafiiyyah, beliau Imam Romli Rahimahullah Ta'ala mengatakan :

ูˆَูŠَุฌِุจُ ุบَุณْู„ُ ู…َูˆْู‚َู‰ ุงู„ْุนَูŠْู†ِ ู‚َุทْุนًุง، ูَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู†َุญْูˆُ ุฑَู…َุงุตٍ ูŠَู…ْู†َุนُ ูˆُุตُูˆู„َ ุงู„ْู…َุงุกِ ุฅู„َู‰ ุงู„ْู…َุญَู„ِّ ุงู„ْูˆَุงุฌِุจِ ูˆَุฌَุจَ ุฅุฒَุงู„َุชُู‡ُ ูˆَุบَุณْู„ُ ู…َุง ุชَุญْุชَู‡ُ. ุงู‡ู€ ู†ู‡ุงูŠุฉ ุงู„ู…ุญุชุงุฌ ุฌ ูก ุตู€ู€ู€ ูกูฆูจ

Makna Petuk
"Wajib membasuh bagian sudut mata tanpa ada khilaf (dalam madzhab Syafiiyyah). Maka apabila disudut mata itu terdapat semisal belek yang dapat mencegah sampainya air ke anggota yang wajib dibasuh, maka wajib membasuhnya dan sesuatu yang ada dibawahnya".

Romash atau belek ini dijelaskan oleh As-Syibromilisi dalam Hasiyahnya, beliau menjelaskan :

(ู‚َูˆْู„ُู‡ُ: ูَุฅِู†ْ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู†َุญْูˆَ ุฑَู…َุงุตٍ) ุนِุจَุงุฑَุฉُ ุงู„ْู…ُุฎْุชَุงุฑِ: ุงู„ุฑَّู…َุตُ ุจِูَุชْุญَุชَูŠْู†ِ ูˆَุณَุฎٌ ูŠَุฌْุชَู…ِุนُ ูِูŠ ุงู„ْู…ُูˆู‚ِ، ูَุฅِู†ْ ุณَุงู„َ ูَู‡ُูˆَ ุบَู…َุตٌ، ูˆَุฅِู†ْ ุฌَู…َุฏَ ูَู‡ُูˆَ ุฑَู…َุตٌ، ูˆَู‚َุฏْ ุฑَู…َุตَุชْ ุนَูŠْู†َุงู‡ُ ู…ِู†ْ ุจَุงุจِ ุทَุฑِุจَ ุงู‡ู€. ูَู‚َูˆْู„ُ ุงู„ุดَّุงุฑِุญِ ุฑَู…َุงุตٍ ุจِุงู„ْุฃَู„ِูِ ู„َุนَู„َّู‡ُ ู„ُุบَุฉٌ ุฃُุฎْุฑَู‰

Makna Petuk
[dawuh Imam Romli : "Apabila disudut mata itu terdapat semisal belek"] Redaksi kamus Al-Mukhtar : "lafadz Ar-Romash dengan dibaca fathah ro' dan mim adalah kotoran yang menyatu disudut mata, jika masih cair/mengalir disebut 'ghomash', dan jika sudah keras disebut 'romash'. Dikatakan "romashot ainaahu" dari bab thoroba. Maka ucapan Imam Romli 'romaashin' dengan alif kemungkinan adalah lughot lain".

Imam Asy-Syirwani dalam Hasiyah Tuhfah juga menuqil penjelasan Imam Romli dan juga Syekh Khotib As-Syirbini dalam Mughnil Muhtaj. Beliau katakan :

ูˆูŠุฌุจ ุบุณู„ ู…ูˆู‚ ุงู„ุนูŠู† ู‚ุทุนุง ، ูุฅู† ูƒุงู† ุนู„ูŠู‡ ู†ุญูˆ ุฑู…ุงุต ูŠู…ู†ุน ูˆุตูˆู„ ุงู„ู…ุงุก ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุญู„ ุงู„ูˆุงุฌุจ ูˆุฌุจ ุฅุฒุงู„ุชู‡ ูˆุบุณู„ ู…ุง ุชุญุชู‡ ู†ู‡ุงูŠุฉ ูˆู…ุบู†ูŠ. ุงู‡ู€ ุญุงุดูŠุฉ ุงู„ุดุฑูˆุงู†ูŠ ุฌ ูข ุตู€ู€ู€ ูฃูงูฉ

Makna Petuk
"Wajib membasuh bagian sudut mata tanpa ada khilaf (dalam madzhab Syafiiyyah). Maka apabila disudut mata itu terdapat semisal belek yang dapat mencegah sampainya air ke anggota yang wajib dibasuh, maka wajib membasuhnya dan sesuatu yang ada dibawahnya, selesai Nihayah dan Mughnil Muhtaj".

Ulama Syafiiyyah dari Banten, Syekh Nawawi Al-Jawi menjelaskan bahwa romash atau belek ini termasuk sesuatu yang dapat mencegah sampainya air sehingga wajib dihilangkan, beliau mengatakan:

ูˆุฅุฐุง ูƒุงู† ุนู„ู‰ ุงู„ูˆุฌู‡ ุญุงุฆู„ ูˆุฌุจุช ุฅุฒุงู„ุชู‡ ูˆู…ู†ู‡ ุงู„ุฑู…ุต ููŠ ุงู„ุนูŠู† ูˆุงู„ูˆุณุฎ ุงู„ุฐูŠ ูŠูƒูˆู† ููŠ ุจุงุจ ุงู„ุงู†ู ูู„ุง ุจุฏ ู…ู† ุฅุฒุงู„ุฉ ุฐู„ูƒ. ุงู‡ู€ ู†ู‡ุงูŠุฉ ุงู„ุฒูŠู† ุตู€ู€ู€ ูขูก ุท. ุฏุงุฑ ุงู„ูƒุชุจ ุงู„ุนู„ู…ูŠุฉ

Makna Petuk
"Ketika diwajah terdapat penghalang maka wajib menghilangkannya. Dan termasuk penghalang adalah belek yang ada dimata dan juga kotoran yang ada dipintu hidung, maka harus menghilangkan kotoran tersebut".

Dalam hal ini Syekh Zainuddin Al-Malibary, mempertegas masalah ini dalam Fathul Muin ketika menjelaskan kesunahan wudlu, yang intinya sama dengan Imam Nawawi Al-Bantany.

ูˆَุชَุนَู‡ُّุฏُ ุนَู‚ْุจٍ ูˆَู…ُูˆْู‚ٍ ูˆَู‡ُูˆَ ุทَุฑْูُ ุงู„ْุนَูŠْู†ِ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠَู„ِูŠ ุงْู„ุฃَู†ْูَ ูˆَู„ِุญَุงุธٍ ูˆَู‡ُูˆَ ุงู„ุทَّุฑْูُ ุงْู„ุขุฎَุฑِ ุจِุณَุจَุงุจَุชَูŠْ ุดِู‚َّูŠْู‡ِู…َุง ูˆَู…َุญَู„ُّ ู†َุฏْุจِ ุชَุนَู‡ُّุฏِู‡ِู…َุง ุฅِุฐَุง ู„َู…ْ ูŠَูƒُู†ْ ูِูŠْู‡ِู…َุง ุฑَู…َุตٌ ูŠَู…ْู†َุนُ ูˆُุตُูˆْู„َ ุงู„ْู…َุงุกِ ุฅِู„َู‰ ู…َุญَู„ِّู‡ِ ูˆَุฅِู„ุงَّ ูَุชَุนَู‡ُّุฏُู‡ُู…َุง ูˆَุงุฌِุจٌ ูƒَู…َุง ูِูŠ ุงู„ْู…َุฌْู…ُูˆْุนِ ูˆَู„ุงَ ูŠُุณَู†ُّ ุบَุณْู„ُ ุจَุงุทِู†ِ ุงู„ْุนَูŠْู†ِ ุจَู„ْ ู‚َุงู„َ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ูŠُูƒْุฑَู‡ُ ู„ِู„ุถَّุฑَุฑِ ูˆَุฅِู†َّู…َุง ูŠُุบْุณََู„ُ ุฅِุฐَุง ุชَู†ْุฌُุณُ ู„ِุบَู„َุธِ ุฃَู…ْุฑِ ุงู„ู†َّุฌَุงุณَุฉِ ุงู‡ู€ ูุชุญ ุงู„ู…ุนูŠู† ุตู€ู€ู€ ูฆูฆ ู…ูƒุชุจุฉ ุฏุงุฑ ุงู„ููƒุฑ

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan jawaban sbb:
▪Jika belek itu dapat mencegah sampainya air ke sudut mata, semisal belek itu agak keras, maka wudlu atau mandinya tidak sah.

Pertanyaan:
b. Jika tidak sah, apa yang harus dilakukan jika berdampak bahaya ketika menghilangkan belek atau kotoran tersebut?

Jawaban:
▪Jika memang untuk menghilangkan belek itu bisa menimbulkan bahaya, maka hal itu dima'fu (tidak usah dihilangkan) sebagaimana penjelasan As-Syibromilisi berikut ini:

( ู‚ูˆู„ู‡ : ูˆุฅู„ุง ูˆุฌุจ ุบุณู„ู‡ู…ุง ) ุฃูŠ ูˆู„ุง ูŠุชุฃุชู‰ ุฐู„ูƒ ุฅู„ุง ุจุฅุฒุงู„ุฉ ู…ุง ููŠู‡ู…ุง ู…ู† ุงู„ุฑู…ุต ูˆู†ุญูˆู‡ ูุชุฌุจ ุฅุฒุงู„ุชู‡ ูƒู…ุง ุชู‚ุฏู… ููŠ ุบุณู„ ุงู„ูˆุฌู‡ ، ู„ูƒู† ูŠู†ุจุบูŠ ุฃู†ู‡ ู„ูˆ ู„ู… ุชุชุฃุช ุฅุฒุงู„ุฉ ู…ุง ููŠู‡ู…ุง ูƒุงู„ูƒุญู„ ูˆู†ุญูˆู‡ ุฅู„ุง ุจุถุฑุฑ ุฃู†ู‡ ูŠุนูู‰ ุนู†ู‡ ุญูŠุซ ุงุณุชุนู…ู„ ุงู„ูƒุญู„ ู„ุนุฐุฑ ูƒู…ุฑุถ ุฃูˆ ู„ู„ุชุฒูŠู† ูˆู„ู… ูŠุบู„ุจ ุนู„ู‰ ุธู†ู‡ ุฅุถุฑุงุฑ ุฅุฒุงู„ุชู‡

Makna Petuk
"Dan apabila mencegah sampainya air maka wajib membasuh keduanya (yakni sudut dan kelopak mata) maksudnya sekira hal itu tidak bisa dicapai kecuali dengan menghilangkan sesuatu yang ada didalam keduanya seperti belek dan semisalnya, maka wajib menghilangkannya sebagaimana keterangan yang telah lalu dalam pembahasan membasuh wajah. Akan tetapi jika menghilangkan sesuatu yang ada didalam keduanya semisal celak dll tidak bisa hasil kecuali dengan sesuatu yang memberi dampak bahaya, maka hal itu dima'fu jika memang pemakaian celak itu karena udzur sakit atau untuk berhias dan diprediksi kuat tidak memberi dampak bahaya jika dihilangkan".

WaLlahu A’lam

Muhammad Muzakka,
Tuban, 02 September 2019 pkl 00.30 WIB