HUBUNGAN DALIL DAN NATIJAH (dikomentari oleh 4 madzhab)
Imam haromain & Imam asy'ari (muslim)
vs
kaum mu'tazilah dan kaum filosof (kafir)
Hubungan antara dalil dan natijah , terkait analisa (nadhor) yang benar akan menghasilkan sebuah konhklusi (natijah) terdapat 4 pendapat
في افادة النظر الصحيح للنتيجة اربعة مذاهب
1. اﻷول ان النتيجة لازمة للنظر لزوما عقليا لا تنفك عنه بمعنى ان من علم بالمقدمتين امتنع ان لا يعلم النتيجة فالعلم بالنتيجة لازم للمتقدمتين كلزوم الرؤيا للمرئي
نتيجة المهتم ص ٤٠٤
1. Pendapat pertama adalah pendapat imam haromain : beliau berpendapat bahwa mengetahui natijah bersifat AQLI maksudnya adalah natijah merupakan kelaziman dari analisa secara akal dan tidak terpisahkan , tidak karena terlahir atau ter ilati , dalam arti seseorang yang mengetahui kedua muqoddimah tidak mungkin dia tidak mengetahui natijahnya , karna mengetahui natijah adalah kelaziman dari kedua muqoddimahnya seperti contoh : Kelaziman (tetapnya) penglihatan bagi orang yang melihat
2. ان العلم بالنتيجة عادي يمكن تخلفه عن النظر ﻷن النظر مخلوق لله تعالى والعلم بالنتيجة يوجد عنده لا به وهذا مذهب الشيخ اﻷشعري
نتيجة المهتم ص ٤٠٥
2. Pendapat kedua adalah pendapatnya imam Asy'ari : beliau berpendapat bahwa mengetahui natijah itu bersifat 'AADI (kebiasaan) terkadang natijah tidak selalu mengikuti adanya analisa, karena analisa diciptakan oleh Allah subhanahu wata'ala dan pengetahuan atas natijah ditemukan berdampingan namun bukan atas sebab adanya analisa
ان العلم بعد النظر ممكن حادث يحتاج المؤثر ولا مؤثر الا الله فهو فعله الصادر عنه
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١١
Menurut imam Asy'ari : Pengetahuan setelah melakukan analisa adalah perkara mungkin dan baru yang nembutuhkan pada yang mempengaruhi dan tidak ada satupun yang bisa mempengaruhi kecuali Allah subhanahu wata'ala yang mana semua pengaruh bersumber darinya
3. الثالث ان العلم بالنتيجة متولد عن النظر بجعل النظر مقدورا للناظر مباشرة فالنتيجة متولدة عنه كتولد عنه حركة الحاتم عن حركة اﻷصبع وهذا مذهب المعتزلة البانين له على اصل مهدوم وهذا ان العبد يخلق افعال نفسه
نتيجة المهتم ٤٠٥
3. Pendapat yang ketiga adalah pendapatnya kaum mu'tazilah : mereka berpendapat bahwa mengetahui natijah berifat TAWALLUD maksudnya mengetahui natijah terlahir dari analisa , hal ini dengan menjadikan analisa sebagai sesuatu yang mampu dilakukan oleh seseorang sehingga analisa terlahir dari analisa tersebut , sebagaimana gerak cincin yang terlahir dari gerakan jari jemari
4. الرابع ان النتيجة معلول للنظر ، وهو علة ، وهذا مذهب الفلاسفة القائلين بتأثر العلة وهو باطل ﻷن العلة لا تفارق معلولها والنظر لا يجامع النتيجة ﻷنه ضد العلم فلا يجامعه
نتيجة المهتم ص ٤٠٧
Pendapat ke empat : adalah pendapat kaum Filosof : mereka berpendapat bahwa mengetahui natijah wajib (illat) 'aqli . Maksudnya natijah merupakan sesuatu yang di illati dengan adanya analisa dan analisa adalah illatnya , menurut mereka illat itu memiliki pengaruh , menurut pendapat yang benar , Pendapat kaum filosof ini batal (tidak benar) karna seharusnya (illat) itu tidak berpisah dari ma'lulnya dan (nadhor/analisa) tidak bisa bergabung dengan natijah sebab (analisa) lawan kata (ilmu binnatijah) oleh karna itu tidak bisa menggabungkan keduanya
والرابع مذهب الحكماء وهم الفلاسفة القائلون باﻹيجاب الذاتي وتأثير العلة للمعلول والنظر علة عندهم اثرت في وجود النتيجة
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١٢
Kaum filosof berkata : illat memiliki pengaruh pada yang di illati yang dimaksud illat menurut mereka adalah nadhor (analisa) yang mana analisa yang mempengaruhi keberadaan natijah
وكفى في بطلان مذهبهم تضافر اﻷدلة القطعية عقلا ونقلا على انفراد الله تعالى بإيجاد الكائنة لا اله الا هو . قوله (عقلا ونقلا) اما العقلية فواضحة واما النقلية فقال تعالى هل من خالق غير الله ، والله خلقكم وما تعملون ، الله خالق كل شيء واذا بطل اﻷصل المبني عليه وهو كون العبد يخلق افعاله بطل الفرع المبني
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١٢
Beberapa dalil Qoth'i baik naqli maupun naqli saling berkaitan dalam mematahkan pendapat-pendapat mereka yang tidak benar tentang permasalahan
ke esaan Allah yang mewujudkan keberadaan mahluk (tidak ada tuhan selain dia Allah
(Dalil aqli dan dalil naqli) dalam permasalahan dalil aqli sudah jelas tanpa penjelasan lebih lanjut sedangkan untuk dalil naqil ialah firman Allah pada ayat
هل من خالق غير الله
والله خلقكم وما تعملون
الله خالق كل شيء
Dalil dalil naqli dan aqli yang telah di jelaskan mampu mematahkan pendapat mereka "bahwa seorang manusia/hamba melakukan sesuatu atas dasar dari dirinya sendiri" ibarat bangunan jika pondasinya roboh maka puing puing lain nyapun ikut roboh
والفرق بين مذهب المعتزلة ومذهب الفلاسفة
- ان المعتزلة يقولون ان اقدار العبد على ايجاد الفكر من الله تعلى
-والحكماء يقولون من عند واهب الصور العقل الفعال ويزعمزن ابعدهم الله ان اللوح المحفوظ والكتاب المبين في لسان الشرع عبارت عنه وهذا من هوسهم لذا لا شبهة لهم عليه والعلم ببطلان هذا القول والذي قبله مبسوط في علم اصول الدين
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١٢
Perbedaan mencolok antara madzhab mu'tazilah dan madzhab filsafat adalah
- Menurut madzhab mu'tazilah kemampuan seseorang menemukan pemikiran itu datangnya dari Allah ta'ala (namun pekerjaan yang dilakukan murni dari dirinya)
- Menurut madzhab filsafat : yang memberi gambaran itu adalah akal dan yang melakukanya juga akal , dugaan mereka yang menjauhkan mereka dari Allah adalah pernyataan lauhul mahfud , alqur an adalah fiksi yang timbul dari dalam akal
Pernyataan ini adalah pernyataan gila , yang sebelum nya belum ada yang menyamai
Untuk mengetahui keterangan lebih lanjut silahkan baca dalam ilmu ushuluddin di situ dijelaskan panjang lebar permasalahan seperti ini
Wallahu a'lam
Penerjemah sekaligus pengibarot : AHMED A. BILFEYD
Download kitab antik disini : https://archive.org/details/20190807_20190807_0119
Untuk gabung dengan group telegram silahkan klik : https://t.me/nahwuku
Imam haromain & Imam asy'ari (muslim)
vs
kaum mu'tazilah dan kaum filosof (kafir)
Hubungan antara dalil dan natijah , terkait analisa (nadhor) yang benar akan menghasilkan sebuah konhklusi (natijah) terdapat 4 pendapat
في افادة النظر الصحيح للنتيجة اربعة مذاهب
1. اﻷول ان النتيجة لازمة للنظر لزوما عقليا لا تنفك عنه بمعنى ان من علم بالمقدمتين امتنع ان لا يعلم النتيجة فالعلم بالنتيجة لازم للمتقدمتين كلزوم الرؤيا للمرئي
نتيجة المهتم ص ٤٠٤
1. Pendapat pertama adalah pendapat imam haromain : beliau berpendapat bahwa mengetahui natijah bersifat AQLI maksudnya adalah natijah merupakan kelaziman dari analisa secara akal dan tidak terpisahkan , tidak karena terlahir atau ter ilati , dalam arti seseorang yang mengetahui kedua muqoddimah tidak mungkin dia tidak mengetahui natijahnya , karna mengetahui natijah adalah kelaziman dari kedua muqoddimahnya seperti contoh : Kelaziman (tetapnya) penglihatan bagi orang yang melihat
2. ان العلم بالنتيجة عادي يمكن تخلفه عن النظر ﻷن النظر مخلوق لله تعالى والعلم بالنتيجة يوجد عنده لا به وهذا مذهب الشيخ اﻷشعري
نتيجة المهتم ص ٤٠٥
2. Pendapat kedua adalah pendapatnya imam Asy'ari : beliau berpendapat bahwa mengetahui natijah itu bersifat 'AADI (kebiasaan) terkadang natijah tidak selalu mengikuti adanya analisa, karena analisa diciptakan oleh Allah subhanahu wata'ala dan pengetahuan atas natijah ditemukan berdampingan namun bukan atas sebab adanya analisa
ان العلم بعد النظر ممكن حادث يحتاج المؤثر ولا مؤثر الا الله فهو فعله الصادر عنه
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١١
Menurut imam Asy'ari : Pengetahuan setelah melakukan analisa adalah perkara mungkin dan baru yang nembutuhkan pada yang mempengaruhi dan tidak ada satupun yang bisa mempengaruhi kecuali Allah subhanahu wata'ala yang mana semua pengaruh bersumber darinya
3. الثالث ان العلم بالنتيجة متولد عن النظر بجعل النظر مقدورا للناظر مباشرة فالنتيجة متولدة عنه كتولد عنه حركة الحاتم عن حركة اﻷصبع وهذا مذهب المعتزلة البانين له على اصل مهدوم وهذا ان العبد يخلق افعال نفسه
نتيجة المهتم ٤٠٥
3. Pendapat yang ketiga adalah pendapatnya kaum mu'tazilah : mereka berpendapat bahwa mengetahui natijah berifat TAWALLUD maksudnya mengetahui natijah terlahir dari analisa , hal ini dengan menjadikan analisa sebagai sesuatu yang mampu dilakukan oleh seseorang sehingga analisa terlahir dari analisa tersebut , sebagaimana gerak cincin yang terlahir dari gerakan jari jemari
4. الرابع ان النتيجة معلول للنظر ، وهو علة ، وهذا مذهب الفلاسفة القائلين بتأثر العلة وهو باطل ﻷن العلة لا تفارق معلولها والنظر لا يجامع النتيجة ﻷنه ضد العلم فلا يجامعه
نتيجة المهتم ص ٤٠٧
Pendapat ke empat : adalah pendapat kaum Filosof : mereka berpendapat bahwa mengetahui natijah wajib (illat) 'aqli . Maksudnya natijah merupakan sesuatu yang di illati dengan adanya analisa dan analisa adalah illatnya , menurut mereka illat itu memiliki pengaruh , menurut pendapat yang benar , Pendapat kaum filosof ini batal (tidak benar) karna seharusnya (illat) itu tidak berpisah dari ma'lulnya dan (nadhor/analisa) tidak bisa bergabung dengan natijah sebab (analisa) lawan kata (ilmu binnatijah) oleh karna itu tidak bisa menggabungkan keduanya
والرابع مذهب الحكماء وهم الفلاسفة القائلون باﻹيجاب الذاتي وتأثير العلة للمعلول والنظر علة عندهم اثرت في وجود النتيجة
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١٢
Kaum filosof berkata : illat memiliki pengaruh pada yang di illati yang dimaksud illat menurut mereka adalah nadhor (analisa) yang mana analisa yang mempengaruhi keberadaan natijah
وكفى في بطلان مذهبهم تضافر اﻷدلة القطعية عقلا ونقلا على انفراد الله تعالى بإيجاد الكائنة لا اله الا هو . قوله (عقلا ونقلا) اما العقلية فواضحة واما النقلية فقال تعالى هل من خالق غير الله ، والله خلقكم وما تعملون ، الله خالق كل شيء واذا بطل اﻷصل المبني عليه وهو كون العبد يخلق افعاله بطل الفرع المبني
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١٢
Beberapa dalil Qoth'i baik naqli maupun naqli saling berkaitan dalam mematahkan pendapat-pendapat mereka yang tidak benar tentang permasalahan
ke esaan Allah yang mewujudkan keberadaan mahluk (tidak ada tuhan selain dia Allah
(Dalil aqli dan dalil naqli) dalam permasalahan dalil aqli sudah jelas tanpa penjelasan lebih lanjut sedangkan untuk dalil naqil ialah firman Allah pada ayat
هل من خالق غير الله
والله خلقكم وما تعملون
الله خالق كل شيء
Dalil dalil naqli dan aqli yang telah di jelaskan mampu mematahkan pendapat mereka "bahwa seorang manusia/hamba melakukan sesuatu atas dasar dari dirinya sendiri" ibarat bangunan jika pondasinya roboh maka puing puing lain nyapun ikut roboh
والفرق بين مذهب المعتزلة ومذهب الفلاسفة
- ان المعتزلة يقولون ان اقدار العبد على ايجاد الفكر من الله تعلى
-والحكماء يقولون من عند واهب الصور العقل الفعال ويزعمزن ابعدهم الله ان اللوح المحفوظ والكتاب المبين في لسان الشرع عبارت عنه وهذا من هوسهم لذا لا شبهة لهم عليه والعلم ببطلان هذا القول والذي قبله مبسوط في علم اصول الدين
شرح البناني على السلم مع حاشية قصارة وسعيد قدورة والسجلمسي ص ٢١٢
Perbedaan mencolok antara madzhab mu'tazilah dan madzhab filsafat adalah
- Menurut madzhab mu'tazilah kemampuan seseorang menemukan pemikiran itu datangnya dari Allah ta'ala (namun pekerjaan yang dilakukan murni dari dirinya)
- Menurut madzhab filsafat : yang memberi gambaran itu adalah akal dan yang melakukanya juga akal , dugaan mereka yang menjauhkan mereka dari Allah adalah pernyataan lauhul mahfud , alqur an adalah fiksi yang timbul dari dalam akal
Pernyataan ini adalah pernyataan gila , yang sebelum nya belum ada yang menyamai
Untuk mengetahui keterangan lebih lanjut silahkan baca dalam ilmu ushuluddin di situ dijelaskan panjang lebar permasalahan seperti ini
Wallahu a'lam
Penerjemah sekaligus pengibarot : AHMED A. BILFEYD
Download kitab antik disini : https://archive.org/details/20190807_20190807_0119
Untuk gabung dengan group telegram silahkan klik : https://t.me/nahwuku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar